Tampilkan postingan dengan label analisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label analisa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Januari 2013

Faktor-Faktor Penyebab Kecelakaan


Kejadian kecelakaan lalu-lintas sangat beragam baik dari proses kejadian maupun faktor penyebab. Menurut proses kejadiannya kecelakaan lalu-lintas dapat dikelompokan sebagai berikut :
a)      Kecelakaan tunggal yaitu peristiwa kecelakaan yang hanya melibatkan satu kendaraan.
b)      Kecelakaan ganda yaitu peristiwa kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan.
c)      Kecelakaan beruntun atau karambol yaitu peristiwa kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan atau lebih.
Pada umumnya kecelakaan lalu lintas dapat disebabkan oleh banyak faktor. Menurut Hoobs (1979), ada empat faktor utama yang memberikan kontribusi pada kecelakaan lalu-lintas. Adapun faktor-faktor tersebut dapat dikategorikan sebagai, berikut :
1)      Keadaan Pengemudi
v  Keadaan Tubuh
Keadaan pengemudi yaitu memiliki kekurangan fisik dalam penglihatan, pendengaran, dan sebab lainya merupakan salah satu penyebab kecelakaan karena mereka sukar untuk mengetahui keadaan jalan dengan sempurna.
v  Reaksi
Kadang-kadang pengemudi harus menghadapi keadaan lalu lintas pada waktu harus mengambil keputusan. Ini sangat penting karena pengemudi lebih cepat mengambil keputusan atau bereaksi, lebih kecil pula kemungkinan terjadi suatu kecelakaan.
v  Kecepatan
Pengemudi yang memiliki SIM belum tentu menjadi pengemudi yang baik karena selain lulus dari ujian orang harus mendapat cukup pengalaman yang akan memberikan cukup kecakapan dan pengetahuan tentang bagaimana cara membawa kendaraan dengan selamat dan tanpa melanggar peraturan lalu lintas.
v  Gangguan terhadap perhatian
Gangguan terhadap perhatian dapat menyebabkan kecelakaan, karena disebabkan kelengahan yang berlangsung beberapa detik saja. Hal ini menyebabkan pengemudi tidak menguasai panca indera dan anggota badannya. Pengemudi dalam keadaan ini mudah mendapat kecelakaan. (H. S. Djayoesman, 1976).
v  Kriteria Pengemudi Sebagai Penyebab Kecelakaan :
a.       Pengemudi kurang antisipasi adalah pengemudi yang tidak mampu memperkirakan bahaya yang mungkin dapat terjadi sehubungan dengan kondisi kendaraan dan lingkungan (kendaraan lain).
b.      Pengemudi lengah adalah pengemudi yang melakukan kegiatan lainsambil mengemudi yang dapat mengakibatkan terganggunya konsentrasi pengemudi, misalnya : melihat kesamping, menyalakan apirokok, mengambil sesuatau atau berbincang-bincang dengan penumpang.
c.       Pengemudi mengantuk adalah keadaan pengemudi dimana kehilangan daya reaksi dan konsentrasi akibat kurang istirahat dan atau sudah mengemudi lebih dari 5 jam tanpa istirahat.
d.      Pengemudi mabuk adalah keadaan dimana pengemudi hilang kesadaran karena pengaruh obat-obatan, alkohol, atau narkotika.
e.       Jarak rapat adalah keadaan dimana pengemudi mengambil jarak dengan keadaraan didepan kurang dari jarak pandang henti (jarak yang diperlukan untuk menghentikan kendaraan dihitung mulai saat melihat sesuatu, bereaksi menginjak pedal rem sampai kendaraan berhenti). (Jasa Marga, 1997 :3-4)

2)      Keadaan Pengendara
Kerusakan pada suatu bagian dari kendaraan seringkali menyebabkan kecelakaan. Dalam hal ini harus diadakan pemeriksaan mengenai ban, lampu, rem, setir dengan memperhatikan umur kendaraan itu. Juga muatan (ukuran, berat, keadaan, dan cara memuat) yang berlebihan sering kali menyebabkan suatu kendaraan mengalami kecelakaan.
3)      Keadaan Jalan dan Lingkungan
v  Keadaan Jalan
Keadaan jalan yang kurang sempurna sering menimbulkan banyak kecelakaan, misalnya : jalan yang licin terutama di waktu hujan, lubang besar yang sulit dihindari pengemudi, bergelombang, bekas minyak di jalan.
v  Perubahan Arah Jalan
Pengemudi yang tidak cepat dalam menguasai perubahan arah di jalan, misalnya belokan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.
v  Rambu-rambu Lalu Lintas
Pengemudi sering tidak memperhatikan rambu-rambu lalu lintas sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan.
v  Geometri Jalan Kurang Sempurna
Perencanaan geometri jalan yang kurang sempurna, misal : superelevasi pada tikungan terlalu curam atau landai, jari-jari tikungan terlalu kecil, pandangan bebas pengemudi terlalu sempit, kombinasi alinemen horisontal dan vertikal kurang sesuai, sebagai contoh : tikungan yang menanjak yang tidak bisa melihat kendaraan lawan.
            Berdasarkan penelitian yang dilakuka di Inggris tercatat komposisi penyebab kecelakaan sebagai berikut:
65 %      kesalahan pemakai jalan.
2,5 %     kesalahan prasarana jalan.
2,5 %     kesalahan kendaraan.
24 %      gabungan kesalahan pemakai jalan dan kerusakan prasarana jalan.
5,4 %     gabungan kesalahan pemakai jalan dan kerusakan kendaraan.
0,25 %   gabungan kesalahan prasarana jalan dan kerusakan kendaraan.
2,25 %   gabungan kesalahan pemakai jalan, kerusakan kendaraan, dan kerusakan prasarana jalan.
              Hoobs (1979), bahwa terjadinya suatu kecelakaan tidak selalu ditimbulkan oleh satu sebab, tetapi oleh kombinasi berbagai efek dari sejumlah kelemahan atau gangguan yang berkaitan dengan pemakai kendaraan dan tata letak jalan, disamping itu cuaca dan waktu juga berpengaruh. Kecelakaan yang terjadi di jalan raya disebabkan oleh faktor manusia (89,56%), faktor jalan dan lingkungan (5,64%), dan faktor kendaraan(4,80%).
            Oglesby dan Hicks (1988), menyatakan bahwa “faktor pengemudi” mempunyai peranan besar karena pengemudi terlibat dalam setiap kecelakaan. Ia juga menyatakan bahwa pengaturan keamanan telah dilakukan oleh para pembuat kendaraan, dan kondisi jalan telah ditingkatkan, tetapi pengemudi tetap saja masih melakukan kesalahan.
            Siti Malkhamah (1995), menyatakan bahwa sebagian kecelakaan terjadi di daerah perkotaan dan ini dikarenakan oleh jaringan jalan perkotaan yang cukup kompleks, volume lalu lintas yang tinggi, jenis kendaraan yang sangat beragam (baik ukuran, kecepatan, dan kepentingan), dan kegiatan di sepanjang jalan yang sangat beragam dan padat. Data statistik menunjukan bahwa tingkat kerawanan terhadap kecelakaan yang tinggi dapat terjadi pada pejalan kaki, pengendara sepeda, dan pengendara sepeda motor.

ANALISA DAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS


Pembangunan jalan sangat diperlukan terutama sebagai sarana transportasi darat. Mobilitas manusia dan barang dengan kendaraan bermotor berkembang begitu cepat sebagai peningkatan kesejahteraan dan kemajuan teknologi transportasi. Hal ini berdampak pada meningkatnya frekuensi kecelakaan lalu lintas dengan korban pengemudi maupun masyarakat pemakai jalan.
Banyak penyebab meningkatnya kecelakaan di jalan selain pertambahan penduduk dan kemakmuran yang menyebabkan semakin banyak orang bepergian, dan ini berawal dari sikap acuh perseorangan dan sikap merasa aman pada lingkungan yang serba mesin. Faktor lain yang menyebabkan terjadinya kecelakaan adalah keadaan jalan dan lingkungan, kondisi kendaraan, dan keadaan pengemudi.
Kabupaten Demak adalah salah satu Kabupaten di Jawa Tengah. Kabupaten Demak memiliki luas 881,17 km² yang terbagi dalam 15 Kecamatan dan 285 Kelurahan. Berdasarkan peta topografi terdiri dari dataran rendah, sedangkan kota Demak terbentuk oleh pusat-pusat kegiatan dengan jaringan struktur sesuai dengan rencana pengembangan kota. Jalan raya Sultan Trenggono Demak adalah jalan raya yang menghubungkan antara jalan raya Semarang-Demak dan jalan menuju kota Demak.
Perkembangan lalu lintas di kota Demak saat ini terasa sangat pesat. Hal ini sangat dimungkinkan karena letak kota Demak sangat strategis yaitu terletak pada jalur pantura sebagai jalur lintas utama di pulau Jawa. Pertumbuhan lalu lintas yang sangat tinggi di Kabupaten Demak mengakibatkan kepadatan arus lalu lintas di suatu ruas seperti jalan Sultan Trenggono ini terus meningkat. Sehingga hal ini dapat mengakibatkan kemacetan dan kecelakaan bagi pengguna jalan tersebut. Ruas jalan ini menyerap lalu lintas berat seperti truk, bus dan jenis kendaraan roda empat lainya bahkan kendaraan beroda dua. Hal ini menyebabkan sangat padatnya arus lalu lintas di ruas jalan Sultan Trenggono ini sehingga dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan lalu lintas khususnya kecelakaan lalu lintas.
Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan di jalan raya selain pertumbuhan penduduk dan kemakmuran, yang mengakibatkan semakin banyak orang bepergian. Tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh masih rendahnya pemahaman masyarakat atau pengguna jalan akan keselamatan dan aturan lalu lintas, yang mempunyai tingkat pertumbuhan lalu lintas tinggi. Sedangkan usaha-usaha peningkatan keselamtan lalu lintas, selama ini masih relatif kurang sehingga masih banyak masalah-masalah yang perlu diselesaikan.
Dalam usaha mengurangi angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan lalu lintas di jalan raya, maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengatasi masalah tersebut. Banyak sekali usaha-usaha peningkatan keselamatan dan kenyamanan lalu lintas yang telah dilakukan oleh berbagai pihak, untuk mengatasi hal-hal tersebut diatas. Namun selama ini usaha-usaha tersebut sebagian besar masih dalam tahap teori dan perencanaan saja. Hal tersebut berhubungan dengan terbatasnya dan dan tenaga-tenaga pelaksanaan di lapangan yang masih sedikit, serta kepedulian masyarakat tentang pentingnya keselamatan yang belum benar-benar ditaati. Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari instansi yang berkompeten dalam pencegahan kecelakaan lalu lintas, serta para pengguna jalan jalur pantura pada ruas jalan Sultan Trenggono Demak.
Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan suatu penelitian tentang Analisa Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas di jalan Sutan Trenggono Demak.